STMIK DUTA BANGSA
Keren dan Bergengsi
Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan tentang STORED PROSEDURE, Sebelum ke syntax dari stored prosedure saya akan menjelaskan apa itu Stored Prosedure. Stored Prosedure merupakan suatu objek routine yang tersimpan pada
database MySql dan dapat digunakan sebagai pengganti berbagai sekumpulan
perintah yang sering digunakan, misalkan jumlah row pada table lain dengan
filter tertentu.
Stored procedure berguna ketika kita tidak menginginkan user
mengakses table secara langsung, dengan kata lain membatasi hak ases user serta
mencatat operasi yang akan dilakukan. Maka resiko kebocoran dan juga kerusakan
data bisa diminimalisir.
Kita bisa menggunakan perintah CREATE PROCEDURE.
Dibawah ini merupakan syntax yang bisa kita gunakan :
CREATE
[DEFINER = { user | CURRENT_USER }]
PROCEDURE sp_name (proc_parameter[,...])
[characteristic ...] routine_body
[DEFINER = { user | CURRENT_USER }]
PROCEDURE sp_name (proc_parameter[,...])
[characteristic ...] routine_body
Note :
v Sp_name merupakan nama stored procedure.
v Proc_parameter merupakan parameter input maupun output
dari stored procedure (opsional).
v Characteristic merupakan penjelasan karakteristik dari
stored procedure seperti Comment, Language SQL, dan sebagainya.
v Routine_body merupakan kumpulan perintah pada stored
procedure.
v Jika DEFINER dispesifikasikan maka anda memutuskan
trigger tersebut dijalankan hanya oleh user tertentu (tetapi dalam format
penulisan user@host). Tetapi jika tidak
dispesifikasikan,maka user yang melakukan perubahan (CURRENT_USER) adalah
pilihan default.
Berikut merupakan contoh stored procedure
Delimeter//
Create procedure tahun_mahasiswa(in tahun_nrp varchar(25))
Begin select nrp,nama from mahasiswa where left (nrp,2)=tahun_nrp
End//
Delimeter;
Pada contoh diatas, kita mendapatkan,nrp dan nama yang filternya merupakan left(nrp,2)=tahun_nrp
Jika kita ingin memanggilnya, kita hanya menggunakan :
Call tahun_mahasiswa(‘10’)
Sekian dari saya, semoga bermanfaat 😼😼😼